Akhir pekan plus libur 17-an kemarin, saya habiskan dengan ikut bertandang ke rumah seorang kawan di Lebak Banten. Katanya, akan ada banyak kegiatan di sana. Oke, saya ikut ke sana dengan “bersenjatakan” Canon PowerShoot S3 IS, kamera digital semi pro dengan 6.0 megapixel dan corong lensa kamera yang “lumayan”, meski hasil pinjaman. Tak apalah, kamera itu jauh lebih baik ketimbang Canon Ixus 30 dengan 3,2 megapixel milik sendiri yang cuma kamera digital saku. Masalahnya bukan hasil pinjaman atau punya sendiri, tapi ingin memperoleh hasil jepretan yang oke, atau paling tidak “lumayan”. Kamera digital saku hanya mampu sebatas mengabadikan, semi pro mengabadikan dengan estetika photograpi yang “lumayan”, sedangkan kamera digital pro (seperti yang dipakai para jurnalis) menghasilkan estetika photograpi yang “maksimal”. Tapi, ya, bagaimana lagi, memiliki kamera digital pro masih sebatas mimpi (harga standardnya saja mesti jual Honda Tiger terbaru).
Saya paling suka membidik obyek wajah dengan ekpresi natural. Untuk mendapatkannya, saya mesti “kucing-kucingan” dengan si obyek, atau tanpa harus “kucing-kucingan”, tapi si obyek tak menyadari jika ia sedang dibidik. Jika si obyek menyadari sedang dibidik, dan dia salah tingkah, bidikan saya batalkan.
Dan hasil jepretan amatiran di bawah ini telah dicompress for web page (size dan dimensinya diperkecil), untuk mempercepat proses loading. Dan inilah ekspresi wajah-wajah tercuri itu…

huwa... ha...ha... tertawa lepas begini bisa menguapkan kejenuhan dunia pesantren, sekaligus menguapkan bau ga sedap

ha...ha...ha... tarik tambang temu lawak... ketawanya jangan lebar-lebar, mba! ntar temen yang di depannya kesedot!

ha...ha...ha... lagi narik tambang trus ketemu pelawak

aku titipkan segenggam air ini untuk dimasukin ke botol. tolong, jangan dikorupsi.

ayooo... tarik teruuusss!!!

loe jual, gue tawar... kalian tarik, kita tarik...

eiaaattt...!!!

sungguh! aku ga korupsi! hanya segini, air yang kuterima!

kehabisan tiket nonton futsal di tribun, bukan berarti dunia kiamat. masih ada pucuk pohon.

eee...eee...

heee...heee...

heh, kamu bilang apa?

cewek kelas 3 SMA berparas elok "baby face" ini namanya Aat. kelak dia ingin ikut ajang putri indonesia. makanya, dia latihan lambaian tangan khas seorang putri.

hiii...hiii...

eit, tunggu dulu! apa maksudnya nih?!

ga papa! cuma mo senyum aja.

hmmm...hmmm...

aku jadi semakin bingung. once, rizky the titans, baim wong, siapa sih sebenarnya di antara mereka yang mirip aku?

bukan yang itu, tapi yang itu tuh!

nah, iya, itu! bener yang itu!

hmmm...hmmm... anak ini namanya nufus.

aku mau yenang (renang)

ayah, ayuk iut yenang (ayah, ayo ikut renang)

menguapkan kepenatan! huwa...wa...

hoa...aaa... ga mau...ga mau...

ka'F'ilah,

atau ka'P'ilah? ah, biarkan jadi perdebatan panjang warga sunda

ooo... gitu, tho...

hasil jerih payah aku panggul sebagai bekal kehidupan kelak

akan kupanggul tanggung jawab hidupku dengan pundakku sendiri

coretan di wajahku takkan ku biarkan sirna, bukti keseriusan perjuanganku

"women in black", sekuel ketiga dari film sebelumnya "men in black 1" dan "men in black 2"

namanya nilna, punya angan-angan jadi pasukan papiba (paskibra atau pasukan pengbibar bendera)

uuu...uuu... seharusnya aku tak ada di bumi sunda ini, tapi di tanah padang sana

biarkan aku berpikir untuk tak memotong rambut panjangku

ya Tuhan, berilah hidayah orang itu untuk memotong rambut panjangnya...

seandainya...

namanya Puput Nadzifah...

?

tiga cewek pemeran film "charlie's angels" pada sekuel selanjutnya

dan dia pikir, dia yang akan berperan sebagai "charlie"nya

barangkali dia pun berpikir hal yang sama

dari jendela rumah yang pecah kacanya, dia bisa melihat dunia dengan jernih tanpa penghalang

iya, aku sedang membidikmu. coba, tengokkan sedikit wajahmu agar terjepret.

si nufus ini memang "camera face"

nufus & adiknya... adik: "kak, aku ga yakin kalo kita lahir kembar identik. wajah kita ga mirip2 amat tuh." nufus: "mungkin kamu ngeliatnya dari perspektif yang kurang tepat kali."

lirikan matamu menarik hati... (kata A Rafik

lirikan matamu juga menarik hati...

nilna kok mirip ayahnya yah...

di sini aku makan, di belakangku kamu memperhtikan aku sedang makan

aaa...aaa...

kalau mau berhasil harus berkeringat

kok, semangka ini rasanya tidak seperti durian, yah?!

fuh...fuh...fuh... habis manis, kutiup plastik

satu suapan rotinya telah masuk ke tenggorkan

satu suapan rotinya masih ia kunyah

satu suapan rotinya baru saja ia masukan ke mulut
Setelah jepretan disimpan di komputer dan melihat hasilnya, saya berangan, seandainya yang ada dalam genggaman saya saat “perburuan” wajah-wajah itu adalah kamera digital pro… Ah, seandainya…
Fotonya bagus dan natural hebat walaupun engkau pinjam tapi telah kau manfaatkan barangnya dengan baik. kalau kau jadi orang pemilik kamera itu, aku merasa bangga bisa meminjami kepadamu
once, rizky the titans atau baim wong, siapa diantara mereka yang mirip aku? hahahaha ge er ente
juman[ji] said “aku jadi semakin bingung. once, rizky the titans, baim wong, siapa sih sebenarnya di antara mereka yang mirip aku?”
lo mnrutq k mirip dg ketigana…..mirip jenis kelamin na i mean :-P
mereka sedang gembira apa sedih ?????? apaakh itu kehidupan di pesantren
jempol 8 buat anda…saya suka gaya fotografi anda