Aku akan memercayaimu
seperti kutaruh segenggam pasir
di telapak rapat tangan kiriku yang terbuka.
Kupersilakan engkau menengadah pada kelam malam,
seperti kubiarkan engkau memandang terang langit siang.
Kau akan kututup dengan tangan kananku hanya bila angin berembus kencang.
Aku Akan Memercayaimu
9 11 2009Komentar : Leave a Comment »
Tag: pasir, pusi, sajak, sastra
Kategori : Silat Kata
Api
9 11 2009Setitik api tumbuh berkobar memanggang kayu.
Kayu terpanggang, dilalap dilepeh menjadi abu,
menyisakan diam yang kusam dan suram:
ke mana api menjelma padam?
Kemang, 06.11.09
Komentar : Leave a Comment »
Tag: api, puisi, sajak, sastra
Kategori : Silat Kata
Dalam Perjalanan Siang
6 11 2009Jika dalam perjalanan siang ini
engkau mencerca matahari sebab sengat teriknya,
setelah dalam perjalanan pagi
engkau terlena oleh pesona hangat sinarnya,
aku akan mengingatkanmu tentang sebuah malam
yang penuh rindu, saat aku mengingatkanmu tentang takrif cinta.
Ciputat, 01.11.09
Komentar : 1 Komentar »
Tag: cinta, malam, puisi, rindu, sajak, sastra, siang
Kategori : Silat Kata
Kuceritakan Padamu
6 11 2009Aku memintamu bertahan dalam pelukan tubuhku yang merinding
oleh kelam mendung hitam dan gelegar ayunan halilintar:
akan kuceritakan padamu tentang sejuk hujan.
Aku memintamu bertahan dalam dekapan tubuhku
yang menggigil oleh dingin terpaan-hujan bertubi:
akan kuceritakan padamu tentang indah pelangi.
Kemang, 04.11.09
Komentar : 1 Komentar »
Tag: hujan, pelangi, puisi, sajak, sastra
Kategori : Silat Kata
Sudah Kuingatkan!
30 10 2009Sudah kuingatkan,
berpeganglah erat-erat.
Jangan biarkan dirimu jatuh, Hati!
Sungguh, berpeganglah erat-erat.
Bila jatuh, engkau mudah patah, Hati!
Berpeganglah erat-erat. Sungguh!
Jika patah, engkau akan sakit, Hati!
Sudah kuingatkan!
Sungguh, benar-benar sungguh
sudah kuingatkan.
Komentar : 1 Komentar »
Tag: hati, puisi, sajak, sastra
Kategori : Silat Kata
Telah Kukirim
22 10 2009Telah kukirim
sekadar nyala lilin untukmu,
pada kelam hari. Apakah kau sudah menjawab diamnya:
ke mana wajah cahayaku menghadap?

Komentar : Leave a Comment »
Tag: puisi, sajak, sastra, wajah tuhan
Kategori : Silat Kata
Aku dan Tuhan Bertaruh
21 10 2009Aku dan Tuhan bertaruh:
siapakah yang lebih sibuk?
Dan, kemudian …
Tuhan memaparkan kesibukan-Nya,
“Aku sangat sibuk: menyangga langit dan menjaga bumi,
menggilir bulan dan matahari, mengingatkan manusia tentang pagi …
sampai-sampai Aku tak bisa tidur. Sekadar mengantuk pun tak sempat.”
Tiba-tiba aku sudah merasa menang.
Komentar : Leave a Comment »
Tag: puisi, sajak, sastra, tuhan
Kategori : Silat Kata
Ingin Menjadi
18 10 2009Malam menjadi sempurna karena kelam,
seperti siang menjadi sempurna karena terang.
Aku ingin menjadi kelam penyelimut malammu,
Seperti aku ingin kau menjadi terang pengiring siangku.
Komentar : Leave a Comment »
Tag: cinta, malam, puisi, sajak, sastra, siang
Kategori : Silat Kata
Hari-hariku Adalah Definisi Rindu
11 10 2009Sabtu, saat aku begitu terpasung rindu.
Ahad, aku harus ada di sisimu.
Senin, senantiasa ingat namamu.
Selasa, selalu ada rasa.
Rabu, rasaku begitu menggebu.
Kamis, ketika aku menangis ingat senyummu.
Jumat, jangan ulangi menangisku, aku tak tahan.
Aku benci Minggu.
Sebab Minggu, membuat inginku terbelenggu.
Kemang, 10 Oktober 2009
Komentar : 1 Komentar »
Tag: cinta, hari, puisi, rindu, sajak, sastra
Kategori : Silat Kata
Musim Hujan
11 10 2009Awan-awan bergerombol.
Wajah mereka kelam, seram.
O, Tuhan, jangan kautitipkan
atau bahkan sekedar menceritakan
meski sedikit amarahmu kepada mereka.
Aku takut, mereka salah paham,
lalu dengan geram akan mengayun-ayunkan halilintar, menebar badai.
Jika marah dan Kau tak mau menyimpan sendiri amarahmu,
ceritakan saja pada hatiku. Jika mampu, akan kusimpan itu.
Kemang, 06 Oktober 2009
Komentar : Leave a Comment »
Tag: hujan, musim hujan, puisi, sajak, sastra
Kategori : Silat Kata
Sajak Si Tuli
6 10 2009Setiap saat,
setan selalu berbisik kepadaku,
‘Apa yang akan kaumakan?
Apa yang akan kaukenakan?
Dan, di mana kau akan tinggal?’.
Dan, selalu kujawab,
‘Yang akan kumakan adalah kematian.
Yang akan kukenakan adalah kafan.
Dan, aku akan tinggal di kuburan’.
———————————————–
Sajak Abu Abdurrahman Hatim ibn Ulwan, itulah nama lengkapnya—seorang tokoh sufi dari negeri Khurasan, meninggal pada 237 H atau 851 M—atau lebih dikenal dengan nama Hatim al-Asham, Hatim Si Tuli. Sajak ini diambil dari al-Risalah al-Qusyairiyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf karya Imam al-Qusyairi
Komentar : Leave a Comment »
Tag: puisi, sajak, sufi, tasawuf
Kategori : Silat Kata
Musim Hujan
6 10 2009Awan-awan bergerombol.
Wajah mereka kelam, seram.
O, Tuhan, jangan kautitipkan
atau bahkan sekedar menceritakan
meski sedikit amarahmu kepada mereka.
Aku takut, mereka salah paham,
lalu dengan geram akan mengayun-ayunkan halilintar, menebar badai.
Jika marah dan Kau tak mau menyimpan sendiri amarahmu,
ceritakan saja pada hatiku. Jika mampu, akan kusimpan itu.
*Setelah membaca puisi Gus Mus di salah satu [bukan] buku [puisi]-nya, Mencari Bening Mata Air, selain setelah musim kemarau berlalu dan musim hujan melaju. Sebut saja, aku menirunya.

Komentar : Leave a Comment »
Tag: gus mus, hujan, puisi, sajak, sastra
Kategori : Silat Kata
Al-Insyirah
2 09 2009Bukankah sudah kulapangkan dadamu,
kuturunkan beban berat di pundakmu,
dan kumuliakan namamu?!
Sungguh, bersama kesulitan selalu ada kemudahan!
Bersama kesulitan benar-benar selalu ada kemudahan!
Maka, jika telah selesai dengan sebuah karya,
bersiaplah dengan karya selanjutnya.
Dan,
semata kepada Tuhanmu,
hendaknya kau berharap.
Komentar : 1 Komentar »
Tag: al-quran, Alquran, puisi, sajak, surah
Kategori : Silat Kata
Al-Dhuha
1 09 2009Demi pagi saat matahari di sepenggalah.
Demi malam, jika yang ada dalam dirinya semata sunyi-kelam.
Tuhanmu tak sedang meninggalkanmu, pula tak sedang membencimu.
Sungguh, pada akhirnya akan lebih baik daripada saat ini.
Tuhanmu akan memberi anugerah, lalu kau pun puas.
Bukankah Ia mendapatimu sebagai yatim, lalu melindungimu?!
Bukankah Ia melihatmu sedang bingung, lantas memberimu petunjuk?!
Bukankah Ia menjumpaimu sedang kekurangan, kemudian mencukupimu?!
Sebab itu, jangan kau sewenang-wenang terhadap anak yatim.
Pula, jangan menghardik peminta-minta.
Dan,
atas nikmat Tuhanmu, bersyukurlah!
Komentar : Leave a Comment »
Tag: agama, al-quran, Alquran, islam, puisi, sajak, surah
Kategori : Silat Kata


Oleh-Oleh Pelanggan