Bikin Rak Buku

Monday, January 31, 2011 § 6 Comments


Rumah yang bersinar adalah yang di dalamnya buku-buku tertata rapi di rak-rak. Sebaik-baik rak di rumah kontrakan adalah yang menempel di dinding. Tidak banyak memakan tempat (lantai). Tidak menyelipkan debu-debu di lantai sehingga tidak menyulitkan saat menyapu. Jadi, begitulah … Di bawah ini adalah foto-foto proses pembuatan rak buku dan rak setelah rak itu jadi.  « Read the rest of this entry »

Selamat Hari Raya Idul Adha

Saturday, December 6, 2008 § 1 Comment


1791830ztqffn6hux

WARUNG NALAR mengucapkan, selamat hari raya idul adha…

Semoga semakin menyadarkan kita, arti penting berbagi untuk sesama…

Gusti Allah Memayungiku

Friday, November 7, 2008 § Leave a Comment


Tadi, berangkat jumatan dengan menerobos rintik-rintik gerimis tanpa payung. Lagian cuma gerimis, tidak terlalu mengancam. Di tengah perjalanan, ternyata gerimis tak kunjung insyaf, malah kian bersemangat menerpa bumi, bergerumul menjadi hujan. Aku harus berlari-lari kecil, seperti mengejar angkot.

Hujan kian menjadi-menjadi saat khutbah berkumandang, dan terus-menerus saat salat berlangsung, bahkan kemudian berlanjut selepas salat. Dengan duduk santai, aku tunggu hujan reda. Tetesan hujan berkurang, menjadi rintik-rintik gerimis. Tapi tetap saja, namanya bukan reda. Kembali, terpaksa aku terobos gerimis. Sial! Ada motor kurang ajar tidak melihat para pejalan kaki menyisir pinggiran jalan. Main kencang saja. Cipratannya sih, tidak banyak. Sedikit. Tapi, celana jin merek EmBa dengan harga cukup mahal ini, baru aku keluakan dari lemari. Tidak peduli habis salat jumat, aku memaki pelan saja, tapi bukan makian kasar. Tapi, ah, sampai juga di rumah, maksudnya, kontrakan.

“Hujan, ya?” kata temannya teman yang lebih memilih tak salat karena gerimis itu.

“Iya, nih!” aku gelar sajadah yang kuyup, maksudnya biar cepat kering.

“Basah dong?”

“Alhamdulillah, ga. Ga sama sekali. Tetap kering, nih. Tadi selama perjalanan berangkat dan pulang, aku dipayungi gusti Allah.”

Kukibas-kibaskan rambut panjangku yang cukup kuyup. Aku buka kaos lengan yang basah di sekujur lengannya, juga di bagian pundak, kemudian aku gantung dengan hanger. Celanan jins anyar yang baru keluar dari lemari itu, jadi kurang nyaman dipakai.

Sign Up di Facebook

Wednesday, October 15, 2008 § 1 Comment


Hare gene baru sign up di Facebook!!! Baru umur sehari nih…

Wall

Belum banyak info yang dimuat…

Info

Dan baru punya satu teman…

Teman pertama

Momentum Bersilat Kata

Wednesday, October 15, 2008 § Leave a Comment


Momen-momen tertentu bisa membuat orang kreatif bersilat kata, seperti momen lebaran, misalnya, lewat ucapan-ucapan lebaran via sms.

Isinya pun bermacam-macam. Ada yang, kata Tukul, tuncep poin – terjemahan paling bagus dalam bahasa Indonesia dari to the point. Ada yang menggunakan – menurut ilmu balaghah disebut dengan – kalam ithnab: berbulet-bulet dan berpanjang kalam, dengan nada agak romantis, puitis, doais, lucuis, pantunis dan bahkan narsis, dan sebagainya yang intinya cuma ucapan lebaran atau maaf-maafan, dengan ragam bahasa dunia, baik yang saya mudengi atau pun tidak, seperti bahasa Jawa, Indonesia, Arab, dan Inggris. Dan sms yang menggunakan bahasa yang tidak dimudengi, saya cuma bisa mringis-mringis. Yo wis…

Yang tuncep poin antara lain,

…Zuman maaf lahir batin ya. Dr org subang tea…

…SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429. MOHON MAAF LAHIR & BATIN. SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI BULAN RAMADHAN MENDAPAT RIDHA ALLAH SWT…

…Tertuju kpd ikhwah semua, sy mhn maaf atas sgl hal yg krg brkenan dhati slm qt interksi. smg qt smua bs jelng akhr rmdhn dgn ht yg brsh n azzam jd lbh baik…

…Dr hati yg trdalm, Slmt Idul Fitri 1429H. Mhn maaf lahir & batin. Kullu ‘am wa antum bikhair wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin…

…Selamat jalan Ramadhan, semoga tahun depan kita berjumpa lagi… Mohon maaf lahir batin, Met Idul Fitri 1429 H…

Yang paling banyak adalah sms dengan nada putis pantunis agak romantis, seperti,

…Lebaran is wonderFul opportuniTy 2 care, 2 Luv, 2 forgiven, 2 thanksz 4 bLeSsing n back 2 fitrah… mEt idul FitRi. m0h0n mav Lahir baTHin…

…Yg brt itu “AMANAH”. Yg slt itu “IKHLAS”. Yg daudit itu “APA YANG KITA MILIKI”. tp yang trindah itu, jk qt bs “SLG MEMAAFKAN”. Minal aidzin wal faizin. Maaf lahir batin…

…jikA j3mAr! Tak s3mPat brjaBat tAnGan… J!Ka RaGa tAk KuAsA uNtuK b’taTap… Maka B!la KaTa mMb3Kas LaRa… MrAsUk SuKmA… Sm0gA p!Ntu MaAf mSih t’buka… TaQobbALallaH m!Nna Wa MiNkuM. m0hon maAf LaH!r n BaTi tAs sglA sAlaHku… Have a nice leBarAn…

…Jika hati seputih kapas, jangan biarkan t’crah noda & dendam… Jika iman msh t’jaga, jangan biarkan t’crah dosa. Smoga di hari yg fitri ini kita t’lahir kembali. Minal ‘Aidin wal faizin, Mohon Maaf Lahir & Bathin… Kullu ‘Aam wa Antum Bikhair…

…IkhLs m’MfkN tRasA s9t mNyEjkN, tRLbh L9 msh dLm NvAnsA s!LatvRahMi, d hR nAn FitRi bEbskn dR ksLhN. vn9kpkN kBhg9iAn d9 svc!kN h4ti. M!n4L ‘4idz!n w4Lf4!dz!n…

…RmdhAn iS eNaugh. HaPpy Celebrate. Dlm Krendahn Hati da Ktinggian Budi. Dlm Kmikinn Harta da Kkayaan Jiwa. Dlm Khilaf da Smudra Maaf. Mhn maaf lHr&Btn…

Ada juga yang mengunakan bahasa internasional, meski saya gak mudeng,

…Sinaring suanten takbir kang ngebaki pamireng, anandani rawuhing riadi kang pinajeng… dalem nyuwun gungipun pangapunten, sugeng riadi, mugi tansah wilujeng…

…Sinartan tulusing raos, sucining kalbu, mugi sirno sdoyo duso kalepatan, gumantos rumaketing silatrahmi. Mijil manjalmaning sesanti “minal aidin wal faidzin…

Ada juga yang sambil promosi kartu telepon seluler, kayak ini,

…3 (three) gratis SMS ke smua oprator stiap harinya, selama 24 jam penuh. Tapi hari ini wlw gratis, tak lengkap maaf2n… w&kluarga mengucpkn Selamat hari raya ‘Idul Fitri 1429 H. MOHOM MAAF LAHIR & BATIN…

Juga ada yang tak mau repot-repot mikir, dengan mengcopy paste lagu milik band PADI dengan judul “Harmoni”,

…Kau membuatku mengerti hidp ini. Kt terlahir dari slembar kertas putih hingga Qlukis dgn tinta pesan deamai n trwujd harmoni… met idul fitri 1429…

Adapula yang narsis, yang membuat saya ngiri sama Allah, seperti ini,

…Mar’ah shalihh mlukis kkuatn Lwt masalah’x… Trsnyum saat trtekn, trtwa saat ht sdg mnngis, mmbrkati saat trhina, mpesona krn m’mfkn… mar’ah shalihh mngashi tnp pamrih br+ kwt dlm doa & hrpn… ini dikrim khusus dr mar’ah shalihh nan cantik milik ALLAH. Minal Aidn Wlfaizn. Maf lahr batin jg…

Jika Allah Yang Maha Indah dan menyukai keindahan saja sudi memiliki mar’ah sahilah tersebut (yang sudah pasti indah), maka apalagi saya. He…he…he…

Saya sendiri tidak terlalu oke dalam merangkai kata-kata semacam di atas, apalagi yang puitis romantis. Maka, kepada sebagian kawan, saya kirim sms seperti di bawah ini,

…Ariel peterpan, pasha ungu, risky the titans, once, baim wong, tora sudiro, luna maya, dian sastro, riyanti, marshanda, dan SAYA sendiri berserta segenap artis lainnya, ngucpin selamat lebaran. Maafkanku dgn segenap lahir batinmu…

Narasi Tarhib Ramadhan

Sunday, August 24, 2008 § Leave a Comment


Kalau kita mengajak saling baik, saling benar, saling enak satu sama lain, itu bukanya kita, kok, mau jadi malaikat. Nggak juga. Kita ga akan jadi malaikat. Tapi, bukan berarti kita lantas mau jadi setan. Kita tidak bisa sesuci malaikat, sebenar malaikat, sebaik malaikat. Tapi kita juga tidak punya cita-cita selaknat setan, sedurhaka setan, dan sekalap setan.

Malaikat itu mahluk statis. Meski pun dia diletakkan atau hadir di tempat pelacuran, tempat perjudian, tempat minum-minum, dia tetap baik yang dilakukan. Setan juga mahluk statis, meski dia hadir di masjid, di kuil di gereja, tetap saja jelek yang dia lakukan.

Sementara kita di tengah-tengahnya. Kita memiliki pilihan. Kita memiliki dua kemungkinan untuk kita pilih; menuju kebaikan atau menuju kebrengsengkan. Maka, di tengah-tengah pertengkaran terus menerus antara golongan A dengan golongan B, di tengah benturan yang tidak selesai-selesai antara kelompok satu dengan kelompok yang lain, di tengah perang frontal atau perang dingin di dalam batin antara aliran satu dengan aliran yang lain, di tengah ketidak-relaan, ketidak-ridlaan, ketidak-ikhlasan antara satu dengan manusia yang lain, insyaallah, saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa kita akan memilih untuk menggerakkan diri kita semua ini bersama-sama sebagai satu bangsa menuju sesuatu yang lebih baik, menuju kerendah-hatian satu sama lain, menuju sikap untuk mau mengalah satu sama lain, untuk menomor-satukan yang terbaik bagi kita bersama-sama, bukan yang terbaik bagi A, terburuk B, bukan yang terbenar bagi C, terburuk bagi D dan sebagainya. Saya yakin, kita akan memilih yang terbaik. Happy end. Khusnul khatimah.

Kecuali kita berpihak kepada kebodohan, kita berpihak kepada kekerdilan, kita berpihak kepada kesempitan dan melapetaka. Ya, satu-satunya jalan, saya kira, mawas diri. Mau membuat diri kita ini pas. Kalau lebih, kita bikin pas, kalau kurang kita bikin pas. Bahasa Indoneisanya, “mawas diri”. Taubah… tobat…

~ Narasi musikal Cak Nun (Emha Ainun Najib) diiringi backsound shalawatan Kyai Kanjeng ~

Jeprat-jepret Mencuri Ekspresi

Wednesday, August 20, 2008 § 5 Comments


Pinjam kamera teman untuk mencuri ekspresi …

lokasi: Pesantren Qothrotul Falah, Desa Sumurbandung, Kec. Cikulur, Lebak-Banten. 17 Agustus 2008.

ka'F'ilah,

atau ka'P'ilah?ah, sunda.

 

Digital; Mudah & Sulit Seketika

Saturday, August 9, 2008 § 1 Comment


al-maktabah al-syamilah; ga bisa diinstall lagi. Tinggal kenangan!

Dosen ilmu tauhid (teologi) saya di UIN Jakarta, pernah bercerita, pada saat masih kuliah di timur tengah dulu, ia perlu waktu berbulan-bulan untuk sekedar mencari sumber satu hadis, sekaligus menentukan status hukumnya (shahih, hasan, dlaif dsb), yang dalam ilmu hadis dikenal dengan takhrij al-hadis. Ia harus melakukan “perburuan” dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain, membolak-balik (mungkin) puluhan kitab.

Meski tidak “separah” dosen saya itu, pada masa awal kuliah di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah, saya juga pernah melakukan hal yang sama, dan tidak sampai berbulan-bulan (hanya beberapa minggu). Mendadak saya rajin ke perpustakaan kampus atau perpustakaan umum, membolak-balik beberapa kitab, untuk menentukan status satu hadis, sebagai tugas di pesantren khusus mahasiswa itu.

al-maktabah al-alfiyah; terserang virus. Didelete aja!

Tapi, itu dulu, sebelum ada “pustaka digital” (sekedar menyebut contoh yang saya punya atau yang saya tahu, ada “maktabah syamilah” edisi 1 & 2, “maktabah alfiyah”, “hadits syarif”, dsb). Dengan pustaka digital itu, men-takhrij satu hadis bisa selesai dalam hitungan jam. Kawan saya pernah menyelesaikan puluhan hadis hanya dalam hitungan hari. Dan semua itu dilakukan tanpa harus keluar rumah, apalagi masuk ke perpustakaan, sebab semuanya dilakukan di komputer. Tinggal klak-klik, klak-klik, jebrettt!!! Keluarlah hasilnya.

Pustaka digital hanya memberikan kecepatan, kemudahan dan efiseinsi (waktu, tenaga, dan biaya) yang tak dijumpai jika melakukannya secara “manual”. Dan pengetahuan tentang ilmu takhrij hadis tetap mutlak diperlukan, meski media yang digunakan adalah pustaka digital sekali pun.

alquran digital; satu-satunya pustaka digital yang masih oke!

Namun, seperti kalimat andalan Dorce, “Kesempurnaan hanya milik Allah”. Kekurangan paling rawan dari pustaka digital adalah jika komputer di mana pustaka itu berada terserang virus (meski tidak semua virus komputer merusak program semacam itu). Itulah yang terjadi dengan beberapa program pustaka digital di komputer saya. Dari empat program pustaka digital yang ada, saat ini hanya satu yang masih normal, tiga yang lain sudah “teler”, tidak bisa di-install lagi (master dari program-program digital itu saya simpan di komputer, dan telah rusak). Saya menduga, itu terjadi akibat hantaman bertubi-tubi virus-virus yang pernah bersarang di komputer saya. (Seorang kawan bercerita, salah seorang sahabatnya kesal bukan kepalang, saat skripsi yang tinggal “sentuhan akhir” hilang sama sekali tak berbekas, sebab masalah yang ada di komputernya. Mungkin virus atau hal teknis yang tidak bisa dijelaskan, karena tidak tahu).

Padahal, program-program pustaka digital itu telah menjadi andalan saya. Saya seperti sudah memiliki ketergantungan yang erat terhadap program-program itu.

Tapi, ya, begitulah. Era digital memang memberikan kemudahan seketika pada satu sisi, dan pada sisi yang lain kesulitan seketika pula jika benda digital yang telah menjadi andalah itu rusak.

Tentang Wanita Untuk Lelaki

Saturday, August 9, 2008 § 3 Comments


Di bawah ini adalah beberapa quotasi yang saya “pungut” dari sumber-sumber terserak, tentang “nilai unik” yang ada pada diri seorang wanita. Sebagian penilaian datang dari laki-laki dan ditujukan kepada laki-laki, dan sebagian ditujukan kepada semua orang. Karena datang dari manusia dengan keniscayaan subyektifitasnya, tentu saja quotasi itu tidak bisa disebut mutlak kebenarannya, sebagaimana tidak bisa disebut mutlak kekeliruannya.

Untuk sementara, hanya sekianlah quotasi yang ada, dan bisa saja bertambah dari waktu ke waktu, tergantung hasil “pungutan” saya…

“Jika Anda merasa lebih utama dari Maryam, Aisyah, atau Fatimah, hanya karena engkau lelaki dan mereka wanita, maka orang yang mengatakan hal itu pantas disebut orang bodoh.” (Ibnu Hazm al-Zhahiri)

“Sebagian orang mengatakan, mencintai wanita adalah bencana. Padahal, bencana sesungguhnya adalah berdekat dengan lelaki yang jauh dari cinta dan hasrat seorang wanita.” (Imam Syafii)

“Tidak diketahui sesuatu yang begitu diperhatikan dan mantap pada diri seorang wanita melebihi cinta.” (Ibnu Hazm al-Zhahiri)

“Tidak dapat dipungkiri bahwa mengabaikan wanita berarti mengabaikan setengah potensi masyarakat, dan melecehkannya berarti melecehkan seluruh manusia, karena tidak seorang manusia pun – kecuali Adam dan Hawa – yang tidak lahir melalui seorang perempuan.” (M. Quraish Shihab)

“Mencintai seorang wanita mencukupi seorang lelaki, tapi untuk memahaminya, seribu lelaki pun belum cukup.” (Entah Siapa)

“Jika Engkau mencintai wanita dengan mengabaikan tuntutan dan komitmen moral, maka cinta itu menjadi mudah dan murah.” (Entah Siapa)

 

Anak Telanjang

Thursday, June 26, 2008 § Leave a Comment


 

Where Am I?

You are currently browsing the Tak Berkategori category at WARUNG NALAR.

%d bloggers like this: