Selamat Hari Raya Idul Adha

6 12 2008

1791830ztqffn6hux

WARUNG NALAR mengucapkan, selamat hari raya idul adha…

Semoga semakin menyadarkan kita, arti penting berbagi untuk sesama…





Gusti Allah Memayungiku

7 11 2008

Tadi, berangkat jumatan dengan menerobos rintik-rintik gerimis tanpa payung. Lagian cuma gerimis, tidak terlalu mengancam. Di tengah perjalanan, ternyata gerimis tak kunjung insyaf, malah kian bersemangat menerpa bumi, bergerumul menjadi hujan. Aku harus berlari-lari kecil, seperti mengejar angkot.

Hujan kian menjadi-menjadi saat khutbah berkumandang, dan terus-menerus saat salat berlangsung, bahkan kemudian berlanjut selepas salat. Dengan duduk santai, aku tunggu hujan reda. Tetesan hujan berkurang, menjadi rintik-rintik gerimis. Tapi tetap saja, namanya bukan reda. Kembali, terpaksa aku terobos gerimis. Sial! Ada motor kurang ajar tidak melihat para pejalan kaki menyisir pinggiran jalan. Main kencang saja. Cipratannya sih, tidak banyak. Sedikit. Tapi, celana jin merek EmBa dengan harga cukup mahal ini, baru aku keluakan dari lemari. Tidak peduli habis salat jumat, aku memaki pelan saja, tapi bukan makian kasar. Tapi, ah, sampai juga di rumah, maksudnya, kontrakan.

“Hujan, ya?” kata temannya teman yang lebih memilih tak salat karena gerimis itu.

“Iya, nih!” aku gelar sajadah yang kuyup, maksudnya biar cepat kering.

“Basah dong?”

“Alhamdulillah, ga. Ga sama sekali. Tetap kering, nih. Tadi selama perjalanan berangkat dan pulang, aku dipayungi gusti Allah.”

Kukibas-kibaskan rambut panjangku yang cukup kuyup. Aku buka kaos lengan yang basah di sekujur lengannya, juga di bagian pundak, kemudian aku gantung dengan hanger. Celanan jins anyar yang baru keluar dari lemari itu, jadi kurang nyaman dipakai.





Sign Up di Facebook

15 10 2008

Hare gene baru sign up di Facebook!!! Baru umur sehari nih…

Wall

Belum banyak info yang dimuat…

Info

Dan baru punya satu teman…

Teman pertama





Momentum Bersilat Kata

15 10 2008

Momen-momen tertentu bisa membuat orang kreatif bersilat kata, seperti momen lebaran, misalnya, lewat ucapan-ucapan lebaran via sms.

Isinya pun bermacam-macam. Ada yang, kata Tukul, tuncep poin – terjemahan paling bagus dalam bahasa Indonesia dari to the point. Ada yang menggunakan – menurut ilmu balaghah disebut dengan – kalam ithnab: berbulet-bulet dan berpanjang kalam, dengan nada agak romantis, puitis, doais, lucuis, pantunis dan bahkan narsis, dan sebagainya yang intinya cuma ucapan lebaran atau maaf-maafan, dengan ragam bahasa dunia, baik yang saya mudengi atau pun tidak, seperti bahasa Jawa, Indonesia, Arab, dan Inggris. Dan sms yang menggunakan bahasa yang tidak dimudengi, saya cuma bisa mringis-mringis. Yo wis…

Yang tuncep poin antara lain,

…Zuman maaf lahir batin ya. Dr org subang tea…

…SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429. MOHON MAAF LAHIR & BATIN. SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI BULAN RAMADHAN MENDAPAT RIDHA ALLAH SWT…

…Tertuju kpd ikhwah semua, sy mhn maaf atas sgl hal yg krg brkenan dhati slm qt interksi. smg qt smua bs jelng akhr rmdhn dgn ht yg brsh n azzam jd lbh baik…

…Dr hati yg trdalm, Slmt Idul Fitri 1429H. Mhn maaf lahir & batin. Kullu ‘am wa antum bikhair wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin…

…Selamat jalan Ramadhan, semoga tahun depan kita berjumpa lagi… Mohon maaf lahir batin, Met Idul Fitri 1429 H…

Yang paling banyak adalah sms dengan nada putis pantunis agak romantis, seperti,

…Lebaran is wonderFul opportuniTy 2 care, 2 Luv, 2 forgiven, 2 thanksz 4 bLeSsing n back 2 fitrah… mEt idul FitRi. m0h0n mav Lahir baTHin…

…Yg brt itu “AMANAH”. Yg slt itu “IKHLAS”. Yg daudit itu “APA YANG KITA MILIKI”. tp yang trindah itu, jk qt bs “SLG MEMAAFKAN”. Minal aidzin wal faizin. Maaf lahir batin…

…jikA j3mAr! Tak s3mPat brjaBat tAnGan… J!Ka RaGa tAk KuAsA uNtuK b’taTap… Maka B!la KaTa mMb3Kas LaRa… MrAsUk SuKmA… Sm0gA p!Ntu MaAf mSih t’buka… TaQobbALallaH m!Nna Wa MiNkuM. m0hon maAf LaH!r n BaTi tAs sglA sAlaHku… Have a nice leBarAn…

…Jika hati seputih kapas, jangan biarkan t’crah noda & dendam… Jika iman msh t’jaga, jangan biarkan t’crah dosa. Smoga di hari yg fitri ini kita t’lahir kembali. Minal ‘Aidin wal faizin, Mohon Maaf Lahir & Bathin… Kullu ‘Aam wa Antum Bikhair…

…IkhLs m’MfkN tRasA s9t mNyEjkN, tRLbh L9 msh dLm NvAnsA s!LatvRahMi, d hR nAn FitRi bEbskn dR ksLhN. vn9kpkN kBhg9iAn d9 svc!kN h4ti. M!n4L ‘4idz!n w4Lf4!dz!n…

…RmdhAn iS eNaugh. HaPpy Celebrate. Dlm Krendahn Hati da Ktinggian Budi. Dlm Kmikinn Harta da Kkayaan Jiwa. Dlm Khilaf da Smudra Maaf. Mhn maaf lHr&Btn…

Ada juga yang mengunakan bahasa internasional, meski saya gak mudeng,

…Sinaring suanten takbir kang ngebaki pamireng, anandani rawuhing riadi kang pinajeng… dalem nyuwun gungipun pangapunten, sugeng riadi, mugi tansah wilujeng…

…Sinartan tulusing raos, sucining kalbu, mugi sirno sdoyo duso kalepatan, gumantos rumaketing silatrahmi. Mijil manjalmaning sesanti “minal aidin wal faidzin…

Ada juga yang sambil promosi kartu telepon seluler, kayak ini,

…3 (three) gratis SMS ke smua oprator stiap harinya, selama 24 jam penuh. Tapi hari ini wlw gratis, tak lengkap maaf2n… w&kluarga mengucpkn Selamat hari raya ‘Idul Fitri 1429 H. MOHOM MAAF LAHIR & BATIN…

Juga ada yang tak mau repot-repot mikir, dengan mengcopy paste lagu milik band PADI dengan judul “Harmoni”,

…Kau membuatku mengerti hidp ini. Kt terlahir dari slembar kertas putih hingga Qlukis dgn tinta pesan deamai n trwujd harmoni… met idul fitri 1429…

Adapula yang narsis, yang membuat saya ngiri sama Allah, seperti ini,

…Mar’ah shalihh mlukis kkuatn Lwt masalah’x… Trsnyum saat trtekn, trtwa saat ht sdg mnngis, mmbrkati saat trhina, mpesona krn m’mfkn… mar’ah shalihh mngashi tnp pamrih br+ kwt dlm doa & hrpn… ini dikrim khusus dr mar’ah shalihh nan cantik milik ALLAH. Minal Aidn Wlfaizn. Maf lahr batin jg…

Jika Allah Yang Maha Indah dan menyukai keindahan saja sudi memiliki mar’ah sahilah tersebut (yang sudah pasti indah), maka apalagi saya. He…he…he…

Saya sendiri tidak terlalu oke dalam merangkai kata-kata semacam di atas, apalagi yang puitis romantis. Maka, kepada sebagian kawan, saya kirim sms seperti di bawah ini,

…Ariel peterpan, pasha ungu, risky the titans, once, baim wong, tora sudiro, luna maya, dian sastro, riyanti, marshanda, dan SAYA sendiri berserta segenap artis lainnya, ngucpin selamat lebaran. Maafkanku dgn segenap lahir batinmu…





Narasi Tarhib Ramadhan

24 08 2008

Kalau kita mengajak saling baik, saling benar, saling enak satu sama lain, itu bukanya kita, kok, mau jadi malaikat. Nggak juga. Kita ga akan jadi malaikat. Tapi, bukan berarti kita lantas mau jadi setan. Kita tidak bisa sesuci malaikat, sebenar malaikat, sebaik malaikat. Tapi kita juga tidak punya cita-cita selaknat setan, sedurhaka setan, dan sekalap setan.

Malaikat itu mahluk statis. Meski pun dia diletakkan atau hadir di tempat pelacuran, tempat perjudian, tempat minum-minum, dia tetap baik yang dilakukan. Setan juga mahluk statis, meski dia hadir di masjid, di kuil di gereja, tetap saja jelek yang dia lakukan.

Sementara kita di tengah-tengahnya. Kita memiliki pilihan. Kita memiliki dua kemungkinan untuk kita pilih; menuju kebaikan atau menuju kebrengsengkan. Maka, di tengah-tengah pertengkaran terus menerus antara golongan A dengan golongan B, di tengah benturan yang tidak selesai-selesai antara kelompok satu dengan kelompok yang lain, di tengah perang frontal atau perang dingin di dalam batin antara aliran satu dengan aliran yang lain, di tengah ketidak-relaan, ketidak-ridlaan, ketidak-ikhlasan antara satu dengan manusia yang lain, insyaallah, saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa kita akan memilih untuk menggerakkan diri kita semua ini bersama-sama sebagai satu bangsa menuju sesuatu yang lebih baik, menuju kerendah-hatian satu sama lain, menuju sikap untuk mau mengalah satu sama lain, untuk menomor-satukan yang terbaik bagi kita bersama-sama, bukan yang terbaik bagi A, terburuk B, bukan yang terbenar bagi C, terburuk bagi D dan sebagainya. Saya yakin, kita akan memilih yang terbaik. Happy end. Khusnul khatimah.

Kecuali kita berpihak kepada kebodohan, kita berpihak kepada kekerdilan, kita berpihak kepada kesempitan dan melapetaka. Ya, satu-satunya jalan, saya kira, mawas diri. Mau membuat diri kita ini pas. Kalau lebih, kita bikin pas, kalau kurang kita bikin pas. Bahasa Indoneisanya, “mawas diri”. Taubah… tobat…

~ Narasi musikal Cak Nun (Emha Ainun Najib) diiringi backsound shalawatan Kyai Kanjeng ~





Digital; Mudah & Sulit Seketika

9 08 2008

al-maktabah al-syamilah; ga bisa diinstall lagi. Tinggal kenangan!

Dosen ilmu tauhid (teologi) saya di UIN Jakarta, pernah bercerita, pada saat masih kuliah di timur tengah dulu, ia perlu waktu berbulan-bulan untuk sekedar mencari sumber satu hadis, sekaligus menentukan status hukumnya (shahih, hasan, dlaif dsb), yang dalam ilmu hadis dikenal dengan takhrij al-hadis. Ia harus melakukan “perburuan” dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain, membolak-balik (mungkin) puluhan kitab.

Meski tidak “separah” dosen saya itu, pada masa awal kuliah di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah, saya juga pernah melakukan hal yang sama, dan tidak sampai berbulan-bulan (hanya beberapa minggu). Mendadak saya rajin ke perpustakaan kampus atau perpustakaan umum, membolak-balik beberapa kitab, untuk menentukan status satu hadis, sebagai tugas di pesantren khusus mahasiswa itu.

al-maktabah al-alfiyah; terserang virus. Didelete aja!

Tapi, itu dulu, sebelum ada “pustaka digital” (sekedar menyebut contoh yang saya punya atau yang saya tahu, ada “maktabah syamilah” edisi 1 & 2, “maktabah alfiyah”, “hadits syarif”, dsb). Dengan pustaka digital itu, men-takhrij satu hadis bisa selesai dalam hitungan jam. Kawan saya pernah menyelesaikan puluhan hadis hanya dalam hitungan hari. Dan semua itu dilakukan tanpa harus keluar rumah, apalagi masuk ke perpustakaan, sebab semuanya dilakukan di komputer. Tinggal klak-klik, klak-klik, jebrettt!!! Keluarlah hasilnya.

Pustaka digital hanya memberikan kecepatan, kemudahan dan efiseinsi (waktu, tenaga, dan biaya) yang tak dijumpai jika melakukannya secara “manual”. Dan pengetahuan tentang ilmu takhrij hadis tetap mutlak diperlukan, meski media yang digunakan adalah pustaka digital sekali pun.

alquran digital; satu-satunya pustaka digital yang masih oke!

Namun, seperti kalimat andalan Dorce, “Kesempurnaan hanya milik Allah”. Kekurangan paling rawan dari pustaka digital adalah jika komputer di mana pustaka itu berada terserang virus (meski tidak semua virus komputer merusak program semacam itu). Itulah yang terjadi dengan beberapa program pustaka digital di komputer saya. Dari empat program pustaka digital yang ada, saat ini hanya satu yang masih normal, tiga yang lain sudah “teler”, tidak bisa di-install lagi (master dari program-program digital itu saya simpan di komputer, dan telah rusak). Saya menduga, itu terjadi akibat hantaman bertubi-tubi virus-virus yang pernah bersarang di komputer saya. (Seorang kawan bercerita, salah seorang sahabatnya kesal bukan kepalang, saat skripsi yang tinggal “sentuhan akhir” hilang sama sekali tak berbekas, sebab masalah yang ada di komputernya. Mungkin virus atau hal teknis yang tidak bisa dijelaskan, karena tidak tahu).

Padahal, program-program pustaka digital itu telah menjadi andalan saya. Saya seperti sudah memiliki ketergantungan yang erat terhadap program-program itu.

Tapi, ya, begitulah. Era digital memang memberikan kemudahan seketika pada satu sisi, dan pada sisi yang lain kesulitan seketika pula jika benda digital yang telah menjadi andalah itu rusak.





Tentang Wanita Untuk Lelaki

9 08 2008

Di bawah ini adalah beberapa quotasi yang saya “pungut” dari sumber-sumber terserak, tentang “nilai unik” yang ada pada diri seorang wanita. Sebagian penilaian datang dari laki-laki dan ditujukan kepada laki-laki, dan sebagian ditujukan kepada semua orang. Karena datang dari manusia dengan keniscayaan subyektifitasnya, tentu saja quotasi itu tidak bisa disebut mutlak kebenarannya, sebagaimana tidak bisa disebut mutlak kekeliruannya.

Untuk sementara, hanya sekianlah quotasi yang ada, dan bisa saja bertambah dari waktu ke waktu, tergantung hasil “pungutan” saya…

“Jika Anda merasa lebih utama dari Maryam, Aisyah, atau Fatimah, hanya karena engkau lelaki dan mereka wanita, maka orang yang mengatakan hal itu pantas disebut orang bodoh.” (Ibnu Hazm al-Zhahiri)

“Sebagian orang mengatakan, mencintai wanita adalah bencana. Padahal, bencana sesungguhnya adalah berdekat dengan lelaki yang jauh dari cinta dan hasrat seorang wanita.” (Imam Syafii)

“Tidak diketahui sesuatu yang begitu diperhatikan dan mantap pada diri seorang wanita melebihi cinta.” (Ibnu Hazm al-Zhahiri)

“Tidak dapat dipungkiri bahwa mengabaikan wanita berarti mengabaikan setengah potensi masyarakat, dan melecehkannya berarti melecehkan seluruh manusia, karena tidak seorang manusia pun – kecuali Adam dan Hawa – yang tidak lahir melalui seorang perempuan.” (M. Quraish Shihab)

“Mencintai seorang wanita mencukupi seorang lelaki, tapi untuk memahaminya, seribu lelaki pun belum cukup.” (Entah Siapa)

“Jika Engkau mencintai wanita dengan mengabaikan tuntutan dan komitmen moral, maka cinta itu menjadi mudah dan murah.” (Entah Siapa)

 





Wis, Pokoke Italia!!!

18 06 2008

saya bukan pengamat sepak bola…

bukan pemain sepak bola…

bukan wartawan bola…

bukan pelatih tim sepak bola…

ga bisa main bola pula…

kalo di PS sih bisa…

ga bisa menalar sepak bola…

hanya bisa percaya dan pokoknya…

dan bisanya cuma nonton bola lewat layar kaca…

ngefans sama del piero, juventus dan tim italia…

sempet gondok saat italia digasak belanda…

dan seriin rumania…

sempet juga ketar-ketir, saat italia hampir ga lolos babak selanjutnya…

tapi akhirnya lolos juga…

setelah menggasak perancis kosong dua…

dan bakal lawan spanyol di babak selanjutnya…

dona doni, awas luh, ga masukin del piero jadi pemain utama…

wis, pokoke, italia aja!!!

bravo italia!!!






Lupakan FPI, Rizieq Shihab, Munarman, AKKBB. Lupakan Semua!!!

6 06 2008

Lupakan FPI, Rizieq Shihab, Munarman, AKKBB, Monas… Lupakan Semua!!!

Dan sambutlah EURO 2008!

Habib Rizieq dan sekeluarga, Munarman dan sekeluarga, FPI, Laskar Komando Islam, AKKBB, MUI, Ahmadiyah dan jamaahnya, Gus Dur dan keluarga, pendukung Gus Dur, Garda Bangsa, Anshor, NU, PKB, SBY dan keluarga, pak dan bu menteri, polisi, mahasiswa dan semuanyaaaaaaaaaaaaaa… ojo ribut teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss…!!!

Kemon nonton EURO…!!!

(gambar diculik dari http://shop.subsidesports.com)

Blog ini mendukung Itali sebagai juara EURO 2008.

Bravo Itali!

Bravo Mas Del Piero!

Mana tim jagoanmu?





“Kami Akan Melakukan Perlawan Sampai Titik Darah Penghabisan!”

4 06 2008

“Jika ada anggota kami yang ditangkap, sebelum Ahmadiyah dibubarkan, kami akan melakukan P E R L A W A N A N sampai titik darah penghabisan!”

Gertak Rizieq Shihab dalam keterangannya kepada orang-orang pers, pada 23 Juni, yang disahut dengan teriakan semangat “Allahu Akbar!” dari anak buahnya.

Kata saya, “Busyeeettt! sangar banget ente, Bib!”

Satu hari kemudian…

“Kita minta kepada seluruh aktivis FPI dan rekan-rekan yang ada di sini, pada saat polisi melakukan pencarian, tolong jangan ada yang menghalangi tugas kepolisian. Dan tunjukkan bahwa kita berani berbuat, berani bertanggug jawab.”

Seruan Rizieq Shihab kepada anak buahnya ketika polisi hendak menangkap para anggota FPI, pada 24 Juni, yang disahut teriakan layu “Allahu Akbar!” dari anak buahnya.

Kata saya, “Hari kemarin katanya mau melakukan perlawanan, eh, hari ini malah mempersilakan, bahkan ente nunjukkin sikap bijaksana dan dan kooperatif, Bib. Seharusnya dari dulu kaya gitu, dong. Insyaallah, kalo ente bijak, anak buah ente bakal pada manut, bakal pada bijak juga.”

Kata saya lagi, “Sory, nih, Bib… Sory juga buat semua aktivis FPI… Untuk sementara saya baru bisa bikin logo FPI di atas dengan tambahan silang merah, dan menyoret “pembela” jadi “perusak”. Sory juga, kalo logonya kurang keren. Mungkin suatu saat, saya bisa aja bikin logo FPI tanpa silang merah, dan dengan gambar yang lebih keren. Itu tergantung dari citra yang ditunjukkin FPI. Sekali lagi, sory…”





FPI; Relawan Tuhan Yang Jantan atau Preman Bersurban Yang Kesetanan?

1 06 2008

Minggu sore kemarin saya habiskan dengan berleha-leha dan bermalas-malasan sambil nonton tv. Bosan dengan satu acara, langsung pindah ke chanel lain. Mata ini terbelalak kaget, saat melihat breaking news di salah satu chanel yang memberitakan penyerangan FPI terhadap Aliansi Kebangsaan yang tengah berkonsolidasi untuk melaksanakan aksi damai. Breaking news itu dengan gamblang memperlihatkan aksi keroyokan oknum-oknum FPI terhadap para peserta aksi. Terlihat jelas wajah-wajah ketakutan. Terlihat seorang ibu yang panik. Terlihat lelaki dengan kepala berdarah. Terpampang gamblang wajah-wajah beringas para oknum FPI. Jika kuping saya tidak salah, terdengar teriakan, “gua matiin luh!”. Terlihat juga oknum FPI yang sedang melerai kawan-kawanya yang beringas.

Nih, berita teksnya saya culik dari liputan6.com (http://www.liputan6.com/ibukota/?id=160208)…

01/06/2008 17:59

Unjuk Rasa FPI Menyerbu Massa Aliansi Kebangsaan, 14 Terluka

Liputan6.com, Jakarta: Peringatan Hari Pancasila di Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (1/6), ternodai dengan aksi kekerasan. Aliansi Kebangsaan yang tengah berkonsolidasi diserang secara membabi buta oleh Front Pembela Islam. Sebanyak 14 orang terluka terutama di kepala, sembilan di antaranya dirujuk kerumah sakit.

Kejadian penyerbuan berlangsung cepat. Massa FPI tak hanya menyerang, mereka memukuli anggota Aliansi Kebangsaan dengan berbagai cara. Bogem mentah, bambu, bahkan pengeras suara. Massa Aliansi Kebangsaan mencoba melindungi diri seadanya. Tapi, anggota FPI tak berhenti menyerang. Peralatan pengeras suara dihancurkan. Spanduk dirusak dan dibakar.

Tak ada satu pun polisi berjaga di lokasi saat kejadian berlangsung. Polisi akhirnya tiba di lokasi, namun tidak dapat berbuat banyak. Penyerbuan bermula saat massa Aliansi Kebangsaan sedang mengumpulkan anggotanya. Seharusnya mereka bergerak ke Bundaran Hotel Indonesia untuk berorasi. Namun aksi urung digelar karena lebih dulu dihadang massa FPI.

Beberapa korban mengaku dipukuli membabi buta beramai-ramai oleh para anggota FPI. Ada yang dengan tangan dan juga dengan bambu. Sebagian korban membuat laporan pengaduan ke Polda Metro Jaya. Juru Bicara Laskar Pembela Islam Machsuni menyatakan, ini sebagai ketegasan terhadap Ahmadiyah dan bukan penyerangan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Miris, pilu, dan prihatin saya melihatnya. Dalam hati terbetik tanya, FPI itu relawan Tuhan yang jantan atau preman bersurban yang kesetanan?

Duh, Gusti…

Salam damai dan anti anarki…





Tentang Cantik; Kriterianya Apa?

23 05 2008

Terinspirasi oleh seorang viewer yang berkomentar di salah satu tulisan di blog ini berjudul “Tentang Cantik“…

Yaa… saya setuju mengenai definisi cantik dalam versi normatif adalah ekuitas antara jiwa yang bersih dan lahir yang sehat dan pantas. Tapi bagaimana qt bisa melihat atau mengetahui dan memastikan bahwa wanita yang qt knal mempunyai kecantikan (jiwa yang bersih) tersebut? Klo cantik lahiriah, bisa terlihat dengan mata qta.

Jika kecantikan lahiriah, obyek penilaianya adalah “body”, maka kecantikan batin, obyek penilainya (menurut saya) adalah “moral”. Cakupan moral sangat luas sekali, dari tindakan, ucapan, karakter, cara dia berinteraksi dengan orang lain, bagaimana dia berkomitmen, bagaimana dia bergaul saat kita ada di sisinya, dan saat kita tidak di sisinya (atau mungkin Anda bisa tambahkan dengan kepatuhan terhadap ajaran agama atau peraturan) dan seterusnya dan sebagainya… Lho, Mas, siapa bilang hanya kecantikan lahiriah saja yang bisa dlilihat, kencatikan jiwa juga bisa kita lihat, lho, walaupun sebatas indikasi-indikasi…

Misalkan, dalam Islam, ada ungkapan hikmah yang beraroma moralitas, seperti: “fadhl al-mar’i yu’rafu bi qaulihi”, artinya, indikasi orang baik bisa diliat dari tutur sapanya… Ada juga ungkapan, “la tashhab man la yunhidhuka ila Allah haluhu, wa la yadulluka ila allah qauluhu”. Kurang lebih artinya jangan berteman dengan orang yang tingkah lakunya tidak membuat Anda termotivasi berbuat baik, dan tutur sapanya tidak mengarahkan Anda untuk berbuat baik… Kata “Allah” di ungkapan itu saya persempit dengan arti “perbuatan baik”. Sebab, kata “Allah” terlalu luas untuk dijabarkan…

Maaf, ya mas, kalo jawabannya hanya sekilas dan terkesan tidak fokus pada pertanyaan Anda. Jawaban saya generalisasikan tentang siapapun yang yang dekat dengan kita, cowok or cewek, pacar or temen biasa, isteri or bukan. Sebab, orang yang kita harapkan baik bukan hanya satu jenis manusia aja kan…

Dan satu hal, kita hanya bisa melihat dan mengetahui bahwa orang yang dekat dengan kita baik or tidak baik (dengan subyektifitas penilaian kita, tentu), tapi sama sekali kita tidak bisa memastikan… Sebab kita tidak bisa memantau pergerakan seorang temen dalam 24 jam, bukan?! Sekalipun bisa, kita sama sekali tidak akan pernah tahu yang sesungguhnya.

Nahnu nahkmumu bidz dzawahir, wallahu yatawallaa bis saraair… Kita hanya bisa menilai sebatas yang kita lihat, dan biarkan Tuhan yang menilai apa yang tidak kita lihat, begitu kata sebuah kaidah.

Dan terakhir, iftati qalbak, tanyakanlah pada nurani Anda, apakah temen Anda benar2 baik dan pantas dijadikan sahabat, pacar, suami, isteri, atau justeru sebaliknya…





Situs-situs & Gambar-Gambar Porno Ngetop, Woii!

20 05 2008

Celotehan gara-gara ga bisa tidur…

Dalam data statistik blog saya ini, saat tulisan ini dibuat, postingan lumayan lama berjudul “Situs-Situs & Gambar-Gambar Porno” mendapatkan arus terbanyak (tulisan teratas) kedua (setelah “Tentang Aku”, atau salah satu dari tiga postingan, satu yang lain adalah “Tentang Cantik”) di antara puluhan postingan yang ada. Judul posting berbau mesum tersebut juga kerap bolak-balik masuk lima besar dalam kategori “Tulisan Top”. Postingan lain dengan bau yang sama, juga kerap masuk lima besar tersebut, seperti “Homoseks; Rahmat, laknat, enak, enek” dan “Objek Seks”.

Data statistik di atas kini telah berubah, setelah masuknya posting yang sedang Anda baca ini. Posting ini, dalam waktu relatif sangat singkat, merangsek naik menjadi tulisan teratas sampai saat ini. -juman rofarif-

Apa artinya? Artinya, dalam blog ini, judul beraroma mesum tersebut termasuk postingan yang paling sering diklik, dilihat, dan dibaca.

Apa artinya “paling sering diklik, dilihat, dan dibaca”? Artinya seksualitas adalah persoalan misterius yang menjadi tanda tanya hati, kemudian dicari, setelah itu – jika bisa – dinikmati. Persoalan misterius koma bagi para lajang yang anti seks bebas, tentu. Sebab, bagi para pasangan suami istri atau lajang perawan tapi telah menikmati aktifitas suami istri, tentu saja persoalan itu bukan misteri, tapi telah menjadi materi.

Pun betapa seorang lajang perawan (anti seks bebas) telah bisa menikmati aktifitas seksual (cat: aktifitas “seksual” bukan terbatas pada aktifitas “ngeseks” lazimnya suami-istri), baik secara alamiah (mimpi basah) atau “manual” (ups!), tetap saja persoalan seksual adalah misteri. Sebab, persoalan itu, terkhusus aktifitas “ngesek” suami istri, adalah persoalan intuitif, yang misterinya tidak akan terkuak kecuali dengan melakukan dan merasakan langsung. Atau dalam istilah Jalaluddin Rumi, “Jika Anda ingin mengetahui panasnya api, pangganglah diri Anda di atas api!”. Atau dalam istilah ngawur disebut dengan “ilmu laduni”, yang tidak perlu teori, mekanisme, dan omong macam-macam, tapi berdasarkan pengalaman dan akan datang sendiri dari naluri.

Dan selama menjadi misteri, persoalan seks akan menjadi pertarungan pikiran dan batin, antara sekuat tenaga mempertahankannya tetap menjadi misteri hingga menikah nanti atau justru sekuat tenaga mengubah misteri itu menjadi materi.

Ah, sesuatu yang misterius memang selalu bikin penasaran, tanda tanya hati, dicari dan terkadang enak saja diikuti sampai berakhir menemukan arti, termasuk persoalan seksual dan yang berkaitan dengannya. Jika Anda berhasil membaca tulisan ini sampai pada kalimat yang terakhir Anda baca (Ya, betul. Memang itu!), cukuplah jadi bukti sederhana, jika persoalan seks dan yang terkait dengannya memang (terkadang) bikin penasaran dan pula enak saja diikuti, walaupun hanya secoret tulisan sederhana ini.

Dalam bayangan saya, aktifitas “ngeseks” suami istri adalah puncak dan akhir dari persoalan seks, sekaligus sebagai pembuka tabir misteri seksualitas. Iyzo, tah? Ah, mbuh! Durung kawin, sih… Saya bicara soal seks, lho, bukan tentang seks sebagai puncak tujuan suami istri.

Yo wis lah… Tadinya, sih mau tidur. Tapi, karena sampai jam setengah tiga pagi belum juga bisa memejamkan mata, sampai guling sana guling sini, madep sana madep sini, tetep aja ga merem-merem, ya mending buat celotehan ini. Mungkin itu lebih baik ketimbang ga bisa tidur, terus merenung, berdiam diri, berfantasi, kemudian tiba-tiba ada setan lewat ngajak saya menelusuri jejak-jejak misteri persoalan seksi… iii..i…





Serie A Usai, Selamat Untuk JUVENTUS

19 05 2008

Serie A usah sudah. Meskipun Inter Milan telah meraih juara dan berhak menyandang gelar scudeto tahun ini, mental juara sesungguhnya ada di JUVENTUS…

Kembali berlaga di Serie A dengan status sebagai juara Serie B, harus bergelut di kerasnya Serie A dengan kondisi yang compang-camping, sebab ditinggal oleh para pemain bintangnya. Bahkan, pada awal liga, beberapa pengamat memprediksikan, untuk masuk zona Liga Champion pun, adalah target yang “hil mustahal” bagi JUVE. Namun, mental juara JUVE mementahkan prediksi itu.

Dan justeru hal mustahil bagi JUVE untuk tak berlaga di Liga Champion. Mental juara telah menjadi naluri JUVE. Selamat untuk JUVENTUS. BRAVO!!!





Tuhan Usir Oknum Mengaku Umat Islam

16 05 2008

Sebuah imajinasi…

Suatu ketika, Tuhan memanggil seorang oknum yang Mengakunya Umat Islam.

“Hei, Kamu! Kemana aja kamu!” Kata Tuhan, agak membentak.

“A-a-apa, maksudMU, Tuhanku?” kata si oknum tergagap, bingung bercampur takut. Disusul kemudian dengan jawaban polos…

“Aku masih di bumi, kok, Tuhan. MembelaMU. Mempertahankan agamaMu.”

“Membelaku? Mempertahankan agamaku?”kata Tuhan yang disahut dengan anggukan polos si oknum itu. “Apa yang sudah Kamu lakukan untuk itu?”

Melihat pertanyaan Tuhan ini, si oknum menyunggingkan senyumnya, merasa itu adalah pertanyaan mudah. Dengan lugas, si oknum menjawab…

“Kami berhasil menekan Lia Eden dan pengikutnya. Walaupun saat ini dia sudah bebas dari penjara, tapi kami jamin, ajaran dan pengikutnya tak akan meluas… Kami sudah berhasil menjadikan Mushadeq, yang pernah mengaku sebagai nabiMU untuk abad ini, bertaubat… Kami sudah berhasil menyudutkan Ahmadiyah… Kami melarang umatMU untuk mengucapkan ucapan selamat hari raya agama lain kepada pengikutnya… Kami haramkan sekulerisme, pluralisme, liberalisme… Kami haramkan nikah beda agama… Kami haramkan wanita jadi imam shalat…“

“Kami melarang Dewi Persik bergoyang… Kami mengharamkan goyang ngebor Inul… Film-film yang mengumbar pornoaksi kami larang tayang… Kami melarang ini… Kami mengharamkan itu… Kami menyesatkan aliran ini… Kami menyesatkan kelompok itu… Kami sudah bla, bla, bla, bla, bla… Pokoknya kami sudah banyak berjuang untuk li i’laa i kalimatillah demi ‘izzul islam wal muslimin…”

“O, begitu,” Tuhan mendengar jawaban si oknum dengan raut ekspresi biasa saja. Si oknum seperti terlihat bangga dengan wajah berseri-seri.

“Hei, kamu! Denger-denger, pemerintah di negerimu bakal menaikan harga BBM yang akan berdampak bagi harga kebutuhan lain. Denger-denger juga, di negerimu mayoritas miskin, dan merekalah yang paling merasakan dampak kenaikan BBM itu. Dan sudah ada yang bunuh diri sebab itu? Benar? Aku juga lihat ada bencana lumpur Lapindo di sidoarjo. Korban-korbannya banyak yang masih menderita. Benar kan? Aku juga menyaksikan ada rumah-rumah ibadahku yang dibakar? Betulkan?” Si oknum hanya mengangguk mengiyakan serentetan pertantanyaan Tuhan itu.

“Apa yang sudah Kamu lakukan untuk itu?” tanya Tuhan selanjutnya.

“Maaf, Tuhan, aku pikir sudah ada yang berwenang untuk menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi kami tidak perlu turut campur. Lagian kami tidak sempat melakukannya, di tengah kesibukan tugas-tugas kami itu.”

“Ggrrhhh… Apa Kamu bilaaang!!! Pergi!!! Kamu tak pantas menemuiku!!!”

Terdengar tamparan keras yang menjungkalkan si oknum itu.

- – -

Sebuah refleksi…

Dalam satu hadis qudsi, pada hari kiamat kelak, dikisahkan Allah berdialog dengan hambaNya. “Wahai manusia, aku pernah sakit, kenapa Kau tidak menjengukku? Aku pernah kelaparan, kenapa Kau tidak memberiKu makanan? Aku pernah kehausan, kenapa Kau tidak memberiKu minuman?”

Dengan bingung, hamba tersebut berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa menemuimu dan menjengukMu, memberiMu makanan dan minuman, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?!”

Lalu Allah SWT menjawab, “Wahai manusia, tidakkah Kau tahu, hambaku si Fulan pernah sakit?! Tidakkah Kau tahu, hambaku si Fulan pernah kelaparan dan kehausan?! Aku tahu, Kau mengetahui semua kenyataan itu, hanya saja Kau tidak mau peduli. Padahal jika Kau mau peduli kepada mereka, niscaya Kau akan menjumpaiKu di sisi mereka.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).