Kalih Kalimatalla

Wednesday, November 14, 2012 § Leave a Comment


Saya menamai anak laki-laki saya Kalih Kalimatalla.

“Kalih” artinya “dua”. Dari krama inggil atau bahasa Jawa halus. Sederhana saja, nama ini sebagai penanda bahwa si pemilik nama adalah anak kedua.

Sedangkan “Kalimatalla” terinspirasi ayat Al-Quran.  Al-Masih, Isa putra Maryam itu,  adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang Ia sampaikan kepada Maryam … (al-Nisa: 171).

Malaikat berkata, “Maryam, Allah memberimu kabar gembira berupa kalimat dari-Nya, bernama Al-Masih Isa ibn Maryam …” (Alu Imran: 45). « Read the rest of this entry »

Makrifat kepada Allah

Wednesday, September 5, 2012 § 1 Comment


Seperti bumi yang berkenan didiami siapa saja, orang taat maupun pelaku maksiat; seperti awan yang meneduhi apa saja dan siapa saja; seperti hujan yang membasahi apa saja dan siapa saja, yang disukai maupun tak disukai.

Itulah seorang arif, orang yang makrifat kepada Allah.

(al-Risalah al-Qusyairiyyah, hal. 315)

Mimpi Melihat Nabi Muhammad

Tuesday, August 14, 2012 § 17 Comments


Orang yang melihatku dalam mimpi sesungguhnya benar-benar telah melihatku. Sebab, setan tak mampu menyerupaiku.  Demikian sabda populer Nabi  yang diriwayatkan oleh para imam hadis, di antaranya Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.  Jika yang bermimpi melihat Nabi adalah para sahabat maka dipastikan mereka benar-benar melihat Nabi. Mereka hidup sezaman dengan Nabi dan tentu saja mengenali betul ciri-ciri fisik Nabi. Begitu juga mungkin dengan tabiin, generasi yang hidup semasa dengan sahabat tapi tak sempat melihat Nabi. Mimpi mereka bisa diverifikasikan kepada para sahabat. Yang sulit diverifikasi adalah jika yang bermimpi itu generasi setelah tabiin, generasi sesudahnya, generasi berikutnya, terus, terus, terus sampai generasi kita, generasi sesudah kita, terus, dan seterusnya. Generasi yang tak punya referensi empiris tentang sosok Nabi.

Satu-satunya referensi tentang sosok Nabi bagi generasi tersebut adalah riwayat-riwayat yang mendeskripsikannya. Dalam beberapa riw « Read the rest of this entry »

Tuhan dan Setan

Wednesday, July 18, 2012 § Leave a Comment


Tuhan berkata bahwa diri-Nya lebih dekat kepada manusia dibanding urat leher manusia sendiri.1

Nabi berkata bahwa aliran darah adalah tempat berkeliaran setan dalam diri manusia.2

Oh, betapa Tuhan dan setan begitu dekat melekat pada diri kita, sampai-sampai, jangan-jangan perbuatan baik kita ter « Read the rest of this entry »

Amal Apakah yang Paling Utama?

Monday, July 16, 2012 § Leave a Comment


Abdullah ibn Mas’ud bertanya kepada Rasulullah tentang amal yang paling utama. “Mengerjakan shalat pada awal waktu,” jawab Rasulullah. “Apa lagi?” tanya Ibn Mas’ud kembali. “Berbakti kepada orangtua,” jawab Rasulullah. “Lalu, apa?” Ibn Mas’ud bertanya lagi. Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ibn Mas’ud mengatakan, seandainya ia bertanya lagi, niscaya Rasulullah juga akan menjawab (HR. Bukhari).

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah pernah ditanya tentang amal yang paling utama. Rasulullah menjawab, “Iman kepada Allah,” (HR. Muslim).

Abu Qatadah mengatakan, ia pernah mendengar Rasulullah menyebutkan bahwa « Read the rest of this entry »

Istri Kedua dan Istri Pertama

Friday, July 13, 2012 § Leave a Comment


Dikisahkah, seseorang berpoligami. Suatu saat, istri kedua melewati rumah istri pertama dan menempelkan kertas di pintu rumah, bertuliskan: Pakaian lama dan pakaian baru tidak akan pernah sama di mata pemiliknya.

Saat istri pertama melihat itu, ia segera menambahkan kalimat di bawah tulisah tersebut: Tidak ada cinta sejati kecuali untuk kekasih pertama. Berapa banyak pelancong sudah mengunjungi berbagai tempat, namun kerinduannya hanyalah kepada rumahnya yang « Read the rest of this entry »

Air Minum dan Air Seni

Tuesday, July 10, 2012 § 1 Comment


Dikisahkan, seorang saleh memegang gelas berisi air dan bertanya kepada Harun al-Rasyid, “Amirul Mukminin, seandainya engkau tersesat dipadangpasir dan sangat lemas karena kehausan, lalu tiba-tiba muncul seseorang membawa segelas air, engkau berani membayar berapa untuk air itu?”

“Aku akan membayarnya dengan setengah dari seluruh kekayaan yang kumiliki,” jawab Harun al-Rasyid.

Orang saleh itu bertanya lagi, “Kemudian, setelah itu engkau ingin buang air seni, tapi ternyata ia tidak mau keluar, membuatmu kesakitan. Dan tiba-tiba « Read the rest of this entry »

%d bloggers like this: