Iman, Islam, dan Ihsan

Monday, May 13, 2013 § Leave a Comment


Rasulullah mendapat pelajaran penting tentang makna iman, Islam, dan ihsan dari Malaikat Jibril yang mendatangi beliau dengan menjelma menjadi manusia.

Secara berurutan, Nabi menjawab pertanyaan Jibril. Apa yang disebut iman? Nabi menjawab, ”Iman adalah engkau memercayai adanya Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, perjumpaan dengan Allah, para rasul, dan hari kebangkitan.”

Apa yang disebut Islam? Nabi menjawab, ”Islam adalah engkau menghamba kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, melaksanakan shalat, membayar zakat, dan berpuasa pada bulan Ramadan.”

Apa arti ihsan? « Read the rest of this entry »

Amal Apakah yang Paling Utama?

Monday, July 16, 2012 § Leave a Comment


Abdullah ibn Mas’ud bertanya kepada Rasulullah tentang amal yang paling utama. “Mengerjakan shalat pada awal waktu,” jawab Rasulullah. “Apa lagi?” tanya Ibn Mas’ud kembali. “Berbakti kepada orangtua,” jawab Rasulullah. “Lalu, apa?” Ibn Mas’ud bertanya lagi. Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ibn Mas’ud mengatakan, seandainya ia bertanya lagi, niscaya Rasulullah juga akan menjawab (HR. Bukhari).

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah pernah ditanya tentang amal yang paling utama. Rasulullah menjawab, “Iman kepada Allah,” (HR. Muslim).

Abu Qatadah mengatakan, ia pernah mendengar Rasulullah menyebutkan bahwa « Read the rest of this entry »

Iblis Ingin Bertobat

Monday, August 1, 2011 § Leave a Comment


Jika manusia mengalami ketidaktetapan iman: saat suatu ketika ia merasa begitu dekat dengan Tuhan dan pada saat yang lain secara tak sadar ia mengabaikan-Nya, maka iblis pernah lelah dengan pembangkangannya kepada Tuhan. Ia merasa perlu menyudahi permusuhan dengan-Nya. Ia ingin bertobat.

Niat tersebut iblis utarakan kepada Musa, berharap Musa mau membantu. Iblis tahu, hanya Musa yang bisa bercakap-cakap secara langsung dengan Tuhan, seperti yang pernah Musa lakukan saat ia meminta Tuhan menampakkan diri, tapi Tuhan menolak: bukan karena Ia tak mau atau tak mampu, melainkan karena diri-Nya terlalu perkasa untuk « Read the rest of this entry »

Lalu Lahirlah Ilmu

Monday, January 24, 2011 § Leave a Comment


Saya pandangi dengan bangga. Rak-rak itu telah tersusun sempurna, dan buku-buku baru saja tertata. Di sisi kanan adalah buku-buku berbahasa Arab, kebanyakan literatur ilmu keislaman pokok berisi teori-teori rumit. Di antara berjilid-jilid literatur itu, satu mushaf-Al-Quran kecil nyempil. Sebentar saya termenung, kemudian segera teringat kisah Umar ibn Khathab …

Pada suatu malam yang serius, seseorang mengetuk pintu rumah Umar. “Apakah Umar sudah tidur?” tanya orang itu kepada si pembuka pintu. Si pembuka pintu belum sempat menjawab ketika Umar menuju pintu dengan segera dan bertanya kepada orang itu, “Ada apa? Kau ingin mengabarkan kedatangan pasukan Ghassan?”  « Read the rest of this entry »

Senang di Dunia, Senang di Akhirat; Ma‘ruf al-Kurkhi yang Bijaksana

Wednesday, June 16, 2010 § 2 Comments


Hampir setiap malam, di teras rumah yang berada di depan rumah saya—maksud saya: rumah kontrakan saya—di daerah pinggiran Jakarta, beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. Wajah-wajah mereka kusam. Mata di wajah mereka merah. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. Terkadang tertawa terbahak-bahak. Kencang. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. Justru kami—saya dan beberapa penghuni kontrakan lain, para pendatang—seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para « Read the rest of this entry »

Rasulullah Menangis

Tuesday, June 15, 2010 § 1 Comment


Wajah adalah jendela hati. Di sana, seseorang mengungkapkan perasaan hati atau menyembunyikannya.

Seorang sastrawan perempuan Mesir, Widad Sakakini, menulis sebuah buku berjudul Ummahât al-Mu’minîn wa Banât al-Rasûl. Di salah satu bab buku yang menulis biografi para istri dan anak perempuan Rasulullah itu, Widad menulis kesedihan Rasulullah karena kepergian anak laki-lakinya, Ibrahim.

Ibrahim lahir dari Mariah al-Mishriyyah (Mariah dari Bangsa Mesir), istri-Rasulullah dari bangsa Qibti (Qibti adalah penduduk asli Mesir. Orang Barat menyebut Mesir dengan “Egypt”, yang diambil dari kata “Qibth” atau Qibti). Sehingga, Mariah disebut juga dengan Mariah al-Qibthiyyah atau “Mariah dari Bangsa Qibti”. « Read the rest of this entry »

Dîwân al-Imâm al-Syâfi‘i: Gambar Diri Imam Syafi‘i dalam Syair

Monday, May 31, 2010 § 8 Comments


Saya kira hampir semua orang mengenal Muhammad ibn Idris al-Syafi‘i atau yang kita sebut secara singkat dengan Imam Syafi‘i, paling tidak pada sebatas ia adalah seorang pendiri salah satu mazhab-fikih terbesar, Mazhab Syafi‘i. Atau, paling tidak, jika disebut Imam Syafi‘i maka yang tebersit pertama dalam pikiran adalah fikih. Dan, barangkali sedikit dari kita yang mengetahui jika Imam Syafi‘i adalah juga seorang penyair, meski ia tidak menulis buku khusus untuk syair-syairnya. Ia menyenandungkan syair secara spontan sebagai cerminan atas keadaan tertentu atau sebagai jawaban pertanyaan seseorang kepadanya. Seorang murid yang mendengar syair itu akan menghafalnya, lalu menyampaikannya dari mulut ke mulut, turun-temurun. Kemudian, para ulama-penulis akan menukil untuk buku-buku mereka syair-syair yang sesuai dengan tema yang mereka tulis. Akhirnya, tersebarlah syair-syair Imam Syafi‘i di berbagai karya tentang hadis, fikih, sejarah, bahasa, etika, dan sebagainya. « Read the rest of this entry »

Menggambar Rasulullah

Friday, May 21, 2010 § 1 Comment


Tidak ada nash Al-Quran (dan hadis) yang secara tegas dan pasti melarang visualisasi sosok Rasulullah, paling tidak yang saya ketahui. Yang ada (dalam hadis) adalah bahkan deskripsi tentang fisik beliau. Dalam beberapa hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam al-Tirmidzi, dan Imam Ahmad ibn Hanbal, sosok Rasulullah digambarkan memiliki wajah tampan; matanya belo dengan hitam mata yang pekat dan putih mata yang bersih, bulu mata yang lentik, dan tampak seperti selalu memakai celak, padahal tidak; berjenggot lebat; memiliki dada yang bidang dan bahu yang tegap; berkulit bersih; lengan dan kakinya tampak kokoh; postur tubuhnya proporsional, tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu pendek; tegap jika berjalan; jika ada yang memanggil, ia akan menengok dengan menghadapkan seluruh tubuhnya. « Read the rest of this entry »

Menjadi Burung Bersayap Sempurna: Kisah Syaqiq al-Balkhi & Ibrahim ibn Adham

Monday, May 17, 2010 § Leave a Comment


Syaqiq al-Balkhi adalah seorang pengusaha kaya yang memiliki orangtua yang juga pengusaha kaya.

Suatu ketika, ia keluar daerah untuk melakukan perjalanan niaga. Di tengah perjalanan ia beristirahat di sebuah tempat ibadah milik agama penyembah berhala, dan menjumpai penjaga tempat ibadah itu sedang mencukur rambut dan jenggotnya, lalu mengenakan pakaian sembahyang. Syaqiq seorang muslim yang taat. Dan tentu saja, bagi seorang muslim, berhala adalah benda mati yang tak patut dijadikan sesembahan.

“Kau memiliki Pencipta Yang Mahahidup, Mahatahu, Mahakuasa,” kata Syaqiq kepada penjaga itu, setelah melihatnya telah rapi. “Dialah yang seharusnya kausembah, bukan benda mati bernama berhala yang tak bisa berbuat apa-apa itu.” « Read the rest of this entry »

Menjaga Perasaan

Tuesday, April 27, 2010 § Leave a Comment


dimuat di kolom “Hikmah” Republika, Selasa, 27 April 2010

Termasuk etika dalam bersahabat dan lebih luas lagi dalam bermasyarakat, adalah menjaga perasaan. Bahkan, Rasulullah SAW menjadikan itu sebagai salah satu prasyarat Muslim sejati.

Rasul SAW mengatakan bahwa yang disebut Muslim adalah orang yang mulut dan tangannya membuat orang lain merasa damai. Kata-katanya tidak menyakiti, perilakunya tidak melukai. Dua-duanya menjadi satu-kesatuan utuh untuk membentuk karakter Muslim sejati. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with islam at WARUNG NALAR.

%d bloggers like this: